AnalisisNasional

Yudi Latief: PDI-P tidak meraih 20 persen, posisi Jokowi belum aman

Melihat perolehan sementara pemilihan legislatif di hasil penghitungan cepat beberapa lembaga survei, belum ada partai politik yang mampu memperoleh suara hingga 20 persen sebagai persyaratan pengajuan calon presiden. Pengamat politik Yudi Latief mengimbau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berkoalisi dengan partai lain.

“PDI-P berharap dapat mengusung Jokowi menjadi capres sendirian dan menggandeng profesional, itu bukan ide yang menarik. Kalau melihat hasil quick count, suara PDI-P tidak meraih 20 persen, posisi Jokowi belum aman,” kata Yudi di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).

Menurut Yudi, jika PDI-P ingin menggandeng profesional sebagai calon wakil presiden pendamping Jokowi, maka pilihannya haruslah profesional yang dekat dengan partai politik dan disukai oleh parpol. Andaikata memaksakan kaum profesional yang tak disukai parpol, maka dikhawatirkan dapat menjadi bumerang bagi Jokowi jika ia berhasil memimpin bangsa.

Ia menyebutkan, apabila pemilu berjalan transparan, maka sulit bagi sebuah parpol untuk meraih kursi parlemen hingga 30 persen. “PDI-P harus koalisi yang kuat karena perkawinan silang partai itu sangat penting, misalnya dengan menggandeng partai islam,” kata Yudi.

Dengan melihat hasil hitung cepat, Yudi mengatakan, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera menjadi partai yang mengalami kemerosotan perolehan suara dibanding perolehan suara kedua partai itu pada Pemilu 2009. Ia menilai faktor banyaknya kader yang terjerat kasus korupsi memengaruhi warga untuk tidak memilih kedua partai tersebut.

Sebaliknya, kata Yudi, peningkatan suara terjadi pada Partai Gerindra, Hanura, Nasdem, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Yudi menjelaskan, tidak sedikit pemilih Partai Demokrat yang kini memilih Partai Nasdem. Selain itu, pengaruh ketokohan, banyaknya tokoh muda, dan logistik materi yang cukup mempengaruhi peningkatan suara mereka.

“Jadi, saya lihat PDI-P untuk tidak mengecilkan partai-partai di bawahnya. Kader Gerindra, Nasdem, Hanura ini kadernya loyal sekali dan akar rumputnya bekerja dan solid atau berkoalisi dengan partai islam yang juga masih diminati,” ujar dia.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close