INDOPOLITIKA – Belakangan ini media sosial diramaikan kabar bahwa Zayn Malik diam-diam kembali bergabung dengan One Direction. Informasi tersebut sontak membuat heboh para Directioners di seluruh dunia.

Namun, berdasarkan laporan resmi, rumor itu dipastikan tidak benar. Spekulasi bermula dari perubahan data di UK Companies House terkait status bisnis One Direction.

Banyak yang menilai pembaruan tersebut sebagai tanda reuni, namun tidak ditemukan bukti resmi yang mendukung klaim tersebut.

Isu semakin melebar setelah alamat Zayn Malik di PPM Music Limited diperbarui ke alamat di Amerika Serikat pada 3 November 2025.

Sejumlah pihak menganggap perubahan ini menunjukkan Zayn kembali menjadi “active director”.

Namun dokumen resmi per 13 November menegaskan bahwa status direktur Zayn berakhir pada 2016, tak lama setelah ia hengkang dari grup. Anggota lain pun tercatat mundur dari posisi direktur pada 31 Desember 2022.

Perubahan yang sebenarnya terjadi justru berkaitan dengan Liam Payne. Namanya resmi dihapus sebagai “person of significant control” pascawafatnya pada Oktober 2024 akibat kecelakaan di Buenos Aires.

Sementara itu, status kontrol signifikan milik Zayn, Harry Styles, Louis Tomlinson, dan Niall Horan tidak berubah sejak 2016. Mereka tetap tercatat memiliki minimal 25% saham atau hak suara di perusahaan.

Posisi direktur aktif PPM Music Limited saat ini masih dijabat oleh dua eksekutif industri musik, Lawrence Engel dan Alan McEvoy—bukan para anggota One Direction.

Dengan demikian, kabar bahwa Zayn Malik kembali ke One Direction hanyalah hasil salah tafsir terhadap pembaruan administratif di dokumen perusahaan dan bukan indikasi reuni kelompok tersebut. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com