INDOPOLITIKA – Kota Tangerang Selatan kini sedang menapak babak baru dalam penataan lingkungan urban yang lebih sehat dan manusiawi.
Masalah sampah yang di belum lama ini sempat menjadi isu krusial—mulai dari tumpukan yang meluap di titik-titik pembuangan, kendala armada, hingga risiko kesehatan yang menghantui pemukiman warga—kini mulai terurai dengan langkah-langkah yang sistematis, berani, dan terukur.
Kemarin lalu, warga di beberapa wilayah kerap mengeluhkan aroma tidak sedap dan pemandangan kumuh yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Namun, berkat konsistensi pemerintah kota dalam beberapa waktu terakhir, kecemasan tersebut perlahan berganti dengan rasa aman.
Kini, warga bisa tidur lebih tenang dan beraktivitas dengan lebih nyaman, tanpa harus terganggu oleh persoalan sampah yang terbengkalai.
Walau di beberapa titik masih ada kasus orang tak bertanggungjawab membuang sampah sembarangan.
Keberhasilan penanganan ini merupakan hasil dari kerja keras nyata yang layak diapresiasi.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan terbukti tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi melakukan aksi nyata melalui berbagai terobosan strategis.
Salah satu langkah krusial adalah penataan TPSA Cipeucang yang kini sedang diperluas, ditata agar lebih rapi dan terkendali, serta perbaikan sekaligus peremajaan kendaraan angkut sampah guna memastikan mobilitas pengangkutan ke tempat pembuangan berjalan tepat waktu tanpa kendala teknis.
Selain perbaikan internal, keberanian pemerintah dalam membangun sinergi lintas daerah juga membuahkan hasil signifikan.
Kerja sama pembuangan sampah dengan Pemerintah Kota Serang di TPSA Cilowong menjadi solusi cerdas untuk mengatasi keterbatasan kapasitas lahan di dalam kota.
Langkah diplomasi antar-daerah ini menunjukkan bahwa Pemkot Tangsel memiliki visi jangka panjang dalam mencari solusi tuntas bagi masyarakatnya.
Tidak hanya dari sisi infrastruktur besar, pemerintah juga menyentuh akar rumput melalui program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dengan melibatkan warga secara langsung dalam pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat lingkungan, tercipta ekosistem yang berkelanjutan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kebersihan kota.
Transformasi ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara kebijakan strategis dan eksekusi yang tepat sasaran.
Lingkungan yang bersih dan sehat saat ini menjadi bukti autentik bahwa pemerintah benar-benar hadir, bekerja, dan menempatkan kualitas hidup warga sebagai prioritas utama yang tak bisa ditawar.
Perkembangan membaiknya pengelolaan sampah ini mendapat apresiasi dari Aktivis Karang Taruna Kota Tangsel, Akhyar.
“Setelah kritik luas, saya kira patut kiranya kita berikan apresiasi mendalam atas perbaikan ini. Kalau di media sosial dan media massa sudah tidak bising, artinya pengelolaan membaik. Ada yang bekerja. Jadi ini patut diapresiasi”, ujarnya kepada wartawan Indopolitika, di Ciputat (26/2/2026).
Ia menyebut perbaikan ini sebagai langkah maju, fokus dan sabar para pemimpin pemkot Tangsel yang, ditengah desakan publik dan gempuran berita buruk, mereka tetap bekerja maksimal untuk memperbaiki keadaan.
“Kinerja maksimal dari Pemkot Tangsel selanjutnya akan kita lihat hasilnya nanti,” demikian dia. (Red)












Tinggalkan Balasan