INDOPOLITIKAManchester City sukses meraih gelar juara Piala Liga Inggris 2026 usai menumbangkan Arsenal 2-0 di babak final yang berlangsung pada Minggu (22/3/2026).

Pemain muda Manchester City Nico O’Reilly mencetak dua gol untuk membantu timnya memenangkan trofi Piala Liga Inggris 2026.

Manchester City memasuki final sebagai tim underdog. Ini jarang terjadi, tetapi mencerminkan fakta bahwa Arsenal adalah tim paling menonjol di Inggris dan Eropa musim ini.

Pertandingan di Wembley menyaksikan Man City menegaskan kembali dominasinya, menampilkan pengalaman, kekompakan, dan ketenangan yang familiar dalam penguasaan bola.

Sementara itu, Arsenal runtuh terlalu cepat. Guardiola telah menurunkan susunan pemain yang sempurna, dan setelah babak pertama yang ketat, Man City meningkatkan tempo permainan di awal babak kedua.

Bek kiri Nico O’Reilly memainkan pertandingan terbaik dalam kariernya, mencetak dua gol melalui sundulan. Gol pertama tercipta setelah kesalahan fatal penjaga gawang cadangan Kepa Arrizabalaga, yang hingga kini masih menyimpan kenangan pahit tentang final di Wembley.

Arsenal tak terkalahkan dalam enam pertemuan terakhir mereka dengan Man City sejak Community Shield 2023. Namun, trofi besar terakhir Mikel Arteta adalah Piala FA 2020.

Ini baru final piala kedua Arteta sebagai manajer, dan segalanya tidak berjalan sesuai rencana. Ia kehilangan Eberechi Eze karena cedera, pukulan signifikan bagi kreativitasnya. Tetapi itu tidak bisa membenarkan penampilan Arsenal yang buruk dan tanpa semangat.

Pertanyaan besar setelah pertandingan adalah dampak kekalahan ini terhadap persaingan perebutan gelar Liga Premier, di mana Arsenal saat ini memimpin.

Manchester City berada di belakang mereka dan tentu saja akan merasakan peluang, terutama karena kedua tim akan saling berhadapan pada 19 April.

Impian Arsenal untuk memenangkan empat trofi telah hancur setelah kekalahan 0-2 di final Piala Liga, dan yang lebih mengkhawatirkan, muncul pertanyaan tentang kemampuan mereka untuk memenangkan trofi.

Mimpi Arsenal meraih quadruple hancur, dan mereka perlu bangkit kembali untuk terus berjuang di Liga Premier, Liga Champions, dan Piala FA.

Sementara itu, Man City sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah “raja” Piala Liga, memenangkan 9 dari 10 final. Guardiola juga menjadi manajer pertama yang memenangkan turnamen tersebut lima kali. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com