INDOPOLITIKA – Aktris Acha Septriasa menjadi perbincangan di media sosial setelah menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pertengahan Maret 2026 melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Acha Septriasa mengaku merasa prihatin melihat polemik yang muncul terkait pelaksanaan program MBG.

Acha Septriasa menyinggung pentingnya pengawasan terhadap program pemerintah yang menggunakan dana publik, serta mengingatkan bahwa masyarakat berhak menyampaikan kritik jika melihat kebijakan negara tidak berjalan dengan baik.

“Ini uang pajak rakyat,” tulis Acha dalam unggahannya, sambil menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan program sosial berskala besar.

Latar Belakang Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program sosial besar yang diluncurkan pemerintahan Prabowo Subianto sejak awal 2025. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi puluhan juta siswa sekolah serta kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.

Pemerintah menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai intervensi gizi nasional untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui penyediaan bahan makanan dari petani, peternak, dan UMKM.

Namun sejak pelaksanaannya, program ini juga memunculkan sejumlah perdebatan publik, terutama terkait besarnya anggaran negara yang digunakan serta mekanisme pelaksanaannya di daerah.

Kritik yang Disampaikan Acha

Dalam unggahannya pada Maret 2026, Acha tidak secara langsung menolak tujuan program MBG. Ia justru menekankan bahwa program yang menggunakan uang rakyat harus dikelola secara transparan dan efektif.

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya diam jika melihat kebijakan pemerintah berpotensi menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya.

Pernyataan tersebut kemudian memicu respons beragam dari warganet. Sebagian pengguna media sosial mendukung pandangan Acha karena dinilai membuka ruang diskusi publik mengenai akuntabilitas program pemerintah.

Namun sebagian lainnya menilai kritik tersebut terlalu terburu-buru dan meminta publik untuk tidak menilai program MBG secara sepihak, mengingat tujuan program ini adalah meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

Perdebatan Publik

Perdebatan yang muncul di media sosial menunjukkan bahwa program MBG bukan hanya menjadi isu kebijakan publik, tetapi juga telah menjadi topik diskusi luas di ruang digital.

Bagi sebagian pihak, kritik seperti yang disampaikan Acha dianggap sebagai bagian dari hak masyarakat untuk mengawasi penggunaan anggaran negara.

Sementara bagi pihak lain, kritik tersebut dinilai berpotensi mengganggu dukungan publik terhadap program yang dianggap memiliki tujuan sosial yang baik.

Perdebatan ini memperlihatkan bahwa program berskala nasional seperti MBG tidak hanya diuji dalam pelaksanaan teknisnya, tetapi juga dalam ruang opini publik, di mana berbagai pandangan masyarakat bertemu dan diperdebatkan secara terbuka. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com