Lanjut sosok yang dilaporkan soal Meme joker ini, seorang pemimpin dapat dinilai berdasarkan tiga kemampuan menyelesaikan masalah. Pertama, kemampuannya mengidentifikasi masalah. Kedua kemampuannya mengembangkan rencana untuk mengatasi masalah yang sudah teridentifikasi tadi. Ketiga, mengeksekusinya.
“Anis tidak punya kemampuan di ketiga hal tadi. Pertama. Soal identifikasi masalah. Dimasa kampanye Anies bilang banjir bukan bencana alam, tapi ini soal manajemen volume air,” akunya.
Tapi kemudian sekarang, lanjut Ade, Anies mulai kacau karena dia menyerang program normalisasi sungai yang dicanangkan Ahok. Saat itu, Ahok menawarkan, yang harus dilakukan adalah melebarkan daerah aliran sungai sehingga air bisa dengan cepat mengalir ke laut. Karena itu, semua yang tinggal di bantaran sungai harus dipindahkan termasuk para penghuni bangunan liar.
“Para pemukim liar itu kemudian dipindahkan ke rumah susun dengan skema menyewa. Ini yang kemudian dilecehkn oleh Anies. Ironisnya, program Ahok itulah yang melawan Sunatullah,” kritiknya melampirkan video kampanye Anies, saat mengatakan dimana-mana air turun dari langit masuk ke tanah bukan dibuang ke laut lewat gorong-gorong raksasa.
Di seluruh dunia, kata Anies, air dari langit diserap ke bumi bukan dialirkan ke laut. Karena itu katanya yang dibangun seharusnya bukan gorong-gorong raksasa tapi memastikan air dengan segera terserap ke tanah. Dengan begitu juga katanya tidak perlu ada penggusuran pemukiman liar di bantaran kali.












1 Komentar
Sombong kaya sendiri nya mampu aja