INDOPOLITIKACEO perusahaan minyak Rusia Gazprom Neft, Alexander Dyukov mengatakan, pasar minyak global akan menghadapi defisit yang sangat serius dalam 2-3 bulan jika blokade Selat Hormuz berlanjut.

“Konflik di Timur Tengah sudah berdampak signifikan pada pasar minyak global… Jika konflik dan blokade Selat Hormuz berlanjut, maka dalam 2-3 bulan pasar minyak global akan menghadapi kekurangan yang sangat serius dan, akibatnya, akan berdampak lebih signifikan lagi bagi perekonomian global,” kata Dyukov di sela-sela kongres Persatuan Industrialis dan Pengusaha Rusia, mengomentari bagaimana peristiwa saat ini dapat memiliki konsekuensi jangka panjang bagi pasar minyak global.

Harga minyak dunia kemungkinan tidak akan naik sebanyak yang terjadi pada tahun 1970-an akibat konflik di Timur Tengah, karena sekarang pasar lebih siap, tambah Dyukov dikutip dari Sputnik.

Gazprom Neft berencana untuk meningkatkan produksi hidrokarbon, terutama minyak, pada tahun 2026, kata Alexander Dyukov.

“Ada kuota yang ditetapkan sebagai bagian dari kesepakatan OPEC+. Tugas kita adalah memproduksi minyak sesuai dengan kuota tersebut. Secara umum, tahun ini kami berencana untuk meningkatkan produksi hidrokarbon dan, terutama, minyak,” tandasnya. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com