INDOPOLITIKA – Ketua Kehakiman Iran, Gholam Hossein Mohseni Ejei, menyoroti kekalahan Amerika Serikat dan rezim Israel dalam kampanye militer mereka melawan Iran, dan mengatakan bahwa presiden AS yang bodoh itu malah meminta negara-negara lain untuk mengerahkan kapal angkatan laut ke Selat Hormuz.

Dalam komentarnya pada pertemuan dengan anggota Dewan Kehakiman Tertinggi, belum lama ini, hakim tertinggi Iran menyatakan bahwa Iran telah mempertahankan stabilitas dan efisiensinya meskipun dalam kondisi perang.

“Tidak ada gangguan atau penghentian terhadap pemerintahan Republik Islam, karena pemerintah telah menjaga stabilitasnya dan menangani urusan negara tanpa gangguan,” katanya dikutip dari Tasnim.

Ejei menekankan bahwa citra kekuatan Amerika telah hancur setelah perang agresi terhadap Iran, dan mengatakan bahwa presiden AS yang bodoh dan jahat itu memohon kepada negara-negara lain untuk mengirimkan pasukan militer dan kapal perang ke Selat Hormuz.

AS, yang mengklaim sebagai kekuatan militer super, merasa frustrasi menghadapi kekuatan militer dan keyakinan yang kuat dari para pejuang Muslim, kata kepala lembaga peradilan.

Ia mencatat bahwa musuh telah mengalami kerusakan parah selama perang yang sedang berlangsung dan keberadaannya yang mengancam kini berada di ambang kehancuran.

AS dan rezim Israel melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran menyusul pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.

Serangan-serangan tersebut melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan-pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com