INDOPOLITIKAAtlet tembak Indonesia, Dewi Laila Mubarokah menunjukan dedikasi tinggi untuk bangsa dan negaranya. Meski sedang hamil 4 bulan, ia tetap semangat memberikan yang terbaik.

Berlaga di SEA Games 2025, Dewi Laila Mubarokah sukses menyumbangkan dua medali emas untuk kontingen Indonesia. Dia meraih emas nomor beregu dan perorangan senapan angin 10m pada SEA Games ke-33 ini.

Di lapangan tembak Photharam di Bangkok, Dewi Laila Mubarokah dan dua rekan setimnya, Dominique Rachmawati Karini dan Yasmin Figlia Achadiat, memenangkan medali emas dalam nomor beregu senapan angin 10m putri pada tanggal 13 Desember.

Hanya beberapa jam kemudian, Dewi memasuki nomor individu senapan angin 10m dengan pola pikir yang lebih rileks daripada di babak beregu.

Berkat kontrol ritme tembakannya yang sudah terbiasa, penembak berusia 28 tahun itu berhasil mengalahkan lawan-lawan kuat dari Thailand dan Singapura untuk meraih kemenangan keseluruhan, melengkapi kemenangan medali emas ganda di SEA Games ke-33.

Sebelum tiba di Thailand, Dewi menyatakan bahwa ia tidak menargetkan medali emas, karena kondisi fisiknya tidak sebaik pada kompetisi sebelumnya.

Menurut penyelenggara, Dewi menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan hanya berpartisipasi dalam acara yang sesuai, untuk memastikan keselamatan ibu dan janin.

Setelah Dewi menyelesaikan kompetisinya, kabar bahwa ia hamil empat bulan terungkap, mengejutkan para ahli dan penggemar. Sepanjang persiapan dan kompetisi, Dewi merahasiakan informasi ini hampir sepenuhnya, kecuali kepada keluarganya, tim medis, dan staf pelatihnya.

Berbicara kepada media, Dewi mengakui bahwa berkompetisi saat hamil memaksanya mengubah banyak kebiasaan latihannya, mulai dari intensitas menembak hingga jadwal istirahat.

“Saya tidak bisa berlatih sekeras sebelumnya, tetapi menembak adalah olahraga yang menuntut konsistensi dan konsentrasi. Saya mencoba untuk tetap rileks dan tidak memberi tekanan pada diri sendiri,” kata Dewi setelah memenangkan dua medali emas.

Di tribun penonton, suami Dewi, penembak Fathur Gustafian, menyaksikan setiap putaran menembak dengan campuran kegembiraan dan kebanggaan.

Dia mengatakan bahwa prestasi ini sangat berarti, bukan hanya karena medali yang diraih tetapi juga karena ini merupakan bukti ketekunan dan kecintaan istrinya pada olahraga.

Sebelum meraih prestasi yang cemerlang di Thailand, nama dan profil Dewi Laila Mubarokah sudah menggaung saat SEA Games 2021 yang diselenggarakan pada tahun 2022 di Vietnam.

Di Hanoi, Dewi membawa pulang dua  medali emas untuk Indonesia, satu di nomor individu 10 m Air Rifle putri dan satu lagi di nomor beregu putri.

Adapun di nomor individu, ia mencetak skor unggul yang membawanya ke puncak podium, menaklukkan pesaing dari negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Profil Dewi Laila

Dewi Laila lahir dan tumbuh besar di Desa Lungbenda, Kabupaten Cirebon. Minatnya pada olahraga menembak sudah terpupuk sejak usia dini. Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Palimanan Barat, SMPN 1 Plumbon, dan SMAN 1 Sumber, sebelum akhirnya memfokuskan perhatian pada karier sebagai atlet menembak.

Putri dari pasangan Ilyas dan Mirah ini tumbuh dalam lingkungan sederhana dengan dukungan keluarga yang kuat. Bakat menembaknya sudah terlihat sejak kecil, ketika ia sering berlatih membidik sasaran bersama sang ayah di sekitar rumah, sebuah awal sederhana yang nantinya membawa langkah kaki ke podium internasional.

Sebelum meraih keberhasilan di Thailand, Dewi Laila telah lebih dulu mencuri perhatian pada SEA Games 2021 yang diselenggarakan di Vietnam pada 2022.

Ketika itu, ia meraih dua medali emas untuk Indonesia dari nomor individu dan beregu 10 meter air rifle putri. Pencapaian tersebut adalah tonggak penting dalam kariernya sekaligus awal pengakuan secara luas di tingkat nasional. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com