INDOPOLITIKA – Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menjelang Lebaran 2026 mencuat di lingkungan produsen Mie Sedaap.

Ratusan pekerja di PT Karunia Alam Segar (KAS), perusahaan pembuat Mie Sedaap yang beroperasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dilaporkan sempat dirumahkan menjelang bulan Ramadan.

PT Karunia Alam Segar diketahui merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Wings Food. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, produk Mie Sedaap telah dipasarkan sejak 2003 dan kini memiliki belasan varian rasa yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Wings Group sendiri didirikan oleh Harjo Sutanto bersama rekannya, Johannes Ferdinand Katuari.

Setelah Harjo Sutanto wafat, kendali perusahaan dilanjutkan oleh Johannes Ferdinand Katuari bersama putranya, Eddy William Katuari.

Saat ini, kepemilikan dan operasional Wings Group, termasuk Mie Sedaap, berada di bawah kepemimpinan keluarga Katuari.

Menanggapi kabar PHK tersebut, manajemen PT Karunia Alam Segar memberikan klarifikasi. Perusahaan menyatakan bahwa penyesuaian jumlah tenaga kerja merupakan bagian dari pengaturan kapasitas produksi yang lazim dilakukan dalam industri manufaktur.

Kebutuhan tambahan pekerja pada periode tertentu dipenuhi melalui kerja sama dengan penyedia jasa tenaga kerja, dan akan disesuaikan kembali ketika permintaan produksi menurun.

Manajemen menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berkaitan dengan momentum Ramadan maupun Lebaran, melainkan murni didasarkan pada kondisi pasar dan perencanaan operasional.

“Mekanisme ini merupakan praktik umum di industri dan dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Human Resources & General Affairs PT Karunia Alam Segar, Peter Sindaru, dalam pernyataan resminya, Selasa (24/2/2026).

Perkembangan terbaru, manajemen PT Karunia Alam Segar menyatakan akan menghentikan kebijakan PHK. Keputusan tersebut diambil setelah adanya mediasi antara pihak perusahaan dan para pekerja yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, pada Senin (23/2/2026).

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Mie Sedaap dan disepakati bahwa PHK yang terjadi akan segera dihentikan. Manajemen juga berjanji tidak akan melakukan PHK lagi,” kata Dasco.

Menurut Dasco, langkah PHK seharusnya dihindari pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Ia pun memastikan para pekerja dapat kembali bekerja dengan tenang.

“Ini bukan waktu yang tepat untuk PHK. Alhamdulillah sudah disepakati untuk dihentikan, agar para pekerja bisa menjalani puasa dan menyambut Lebaran dengan lebih tenang,” pungkasnya. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com