INDOPOLITIKA – Pemkab Tangerang terus mencari solusi efektif untuk menangani permasalahan banjir di 27 kecamatan daerah tersebut. Salah satu daerah rawan yakni Kecamatan Jayanti dan Kosambi.
Terkait kesiapan anggaran penanganan banjir tersebut, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana tak terduga (DTT) pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026.
Maesyal menyebut dana tak terduga itu digunakan untuk keperluan penanganan bencana, sehingga keterbatasan anggaran tidak lagi menjadi kendala dalam penanggulangan bencana.
Ia menyebut, rencana kebijakan itu telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kita sudah koordinasi dengan Pak gubernur dengan BPK hal yang sifatnya emergency, sesuai dengan ketentuan yang berlaku kedaruratan,” ujar Maesyal.
Untuk penanganan jangka panjang, Maesyal menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun sejumlah pintu air, pelebaran drainase, dan membeli mesin pompa air untuk meminimalisir dampak bencana di wilayah rawan banjir seperti di Kecamatan Jayanti dan Kosambi.
Selain itu, kata Maesyal, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengenai pembangunan tanggul serta normalisasi sejumlah aliran sungai yang kerap memicu banjir di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang, di antaranya Sungai Cidurian, Cimanceuri, Cirarab dan Situ Gelam.
“Nah, itu kan harus kita koordinasikan dengan balai besar wilayah sungai dengan Kementerian PU,” jelasnya.
Maesyal menegaskan, peristiwa banjir yang merendam sejumlah wilayah di 27 kecamatan itu akan segera tetapkan status tanggap darurat bencana.
Saat ini, surat keputusan (SK) penetapan status tersebut masih dalam proses administrasi di internal Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Sebentar lagi saya tanda tangani (SK) ya. Supaya kita semua supaya kita semua konsep terhadap itu,” tegas Maesyal.
Sementara ini, Maesyal memastikan, pihaknya akan terus memberikan penanganan jangka pendek yang maksimal terhadap warga terdampak banjir dengan memberikan bantuan logistik, hunian sementara berupa tenda pengungsian, hingga pelayanan kesehatan.
“Kita tidak melihat ke belakang siapa yang keliru, siapa yang salah, tetapi bagaimana upaya kita sekarang supaya banjir ini bisa tertangani dan bisa diminimalisir,” tandasnya. (Red)












Tinggalkan Balasan