INDOPOLITIKA – Juara bertahan Piala Dunia Antarklub FIFA, Chelsea, telah berpisah dengan manajer Enzo Maresca setelah 18 bulan, tiga tahun lebih cepat dari jadwal kontraknya.

Pemecatan Enzo Maresca disampaikan Chelsea dalam pernyataan di situs klub pada Kamis (1/1/2025).

Chelsea menulis: “Klub dan manajer Maresca telah mencapai kesepakatan untuk berpisah. Selama masa baktinya di klub, Enzo membantu tim memenangkan UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Prestasi ini akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah klub baru-baru ini dan kami berterima kasih atas kontribusinya,” tulis Chelsea.

Keputusan itu diambil setelah mengalami penurunan performa di pertengahan musim, ketika Chelsea hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan terakhir mereka di Liga Premier.

Hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth pada 30 Desember dianggap sebagai pemicu terakhir.

Setelah paruh pertama musim, Chelsea kehilangan 15 poin dari posisi puncak klasemen, menyebabkan mereka turun ke posisi kelima.

Maresca meninggalkan Chelsea meskipun kontraknya masih berlaku hingga 2029, dengan opsi perpanjangan satu tahun lagi. Namun, klub tidak perlu membayar biaya kompensasi yang besar karena keadaan perpisahan mereka.

Peristiwa yang mengarah pada pemecatan tersebut digambarkan sebagai “keruntuhan selama dua minggu,” karena hubungan antara Maresca dan dewan direksi menjadi tegang.

Setelah kemenangan melawan Everton, Maresca mengatakan bahwa ia telah mengalami “48 jam terburuk” di Chelsea dan merasa tidak didukung.

Hal ini menyebabkan reaksi negatif di internal klub. Anggota dewan direksi dan staf klub mengakui bahwa mereka tidak mengerti apa yang dimaksud Maresca.

Sumber-sumber kemudian mengindikasikan bahwa Maresca mengisyaratkan adanya ketidaksepakatan dengan departemen medis mengenai status cedera dan ketersediaan pemain.

Musim ini, Chelsea telah menghadapi banyak masalah dalam skuad mereka. Bek Reece James sering absen, sementara Cole Palmer baru-baru ini kembali setelah absen lama karena cedera pangkal paha.

Setelah kepergian Maresca, Chelsea tidak berencana untuk menunjuk manajer interim untuk sisa musim ini, tetapi ingin segera memilih manajer tetap dari daftar kandidat.

Liam Rosenior dari Strasbourg adalah kandidat utama. Selain itu, Francesco Farioli dari Porto juga dipertimbangkan, meskipun klausul pelepasannya sekitar $17 juta.

Nama-nama lain seperti Roberto De Zerbi dan Andoni Iraola juga dipertimbangkan. Sementara itu, mantan legenda Chelsea seperti Cesc Fabregas dan John Terry tidak masuk dalam daftar kandidat.

Dalam jangka pendek, asisten pelatih Caballero kemungkinan akan memimpin tim dalam pertandingan tandang melawan Man City pada 4 Januari.

Chelsea bertujuan untuk menyelesaikan penunjukan sesegera mungkin agar manajer baru dapat mulai bekerja pada bulan Januari. Chelsea masih memiliki empat kompetisi untuk diikuti, dan mengamankan tempat di Liga Champions masih dalam jangkauan. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com