INDOPOLITIKA – Penyanyi Denada tengah menjalani fase baru dalam kehidupannya sebagai seorang ibu. Putri semata wayangnya, Aisha Aurum, kini telah memasuki usia remaja, sementara Denada harus menjalankan peran sebagai orang tua tunggal dengan kondisi hubungan jarak jauh. Situasi tersebut membuat Denada mengaku menjadi lebih protektif demi menjaga sang buah hati.
Denada menuturkan bahwa tantangan membesarkan anak di era saat ini terasa jauh lebih kompleks dibandingkan masa dirinya tumbuh besar dulu. Kondisi tersebut semakin terasa karena ia dan Aisha tidak tinggal bersama dalam satu rumah, sehingga menuntut penyesuaian ekstra dalam pola pengasuhan.
Denada menyadari bahwa situasi keluarganya tidak ideal seperti kebanyakan keluarga yang memiliki figur ayah dan ibu dalam satu atap. Hal ini membuat Denada harus mengambil berbagai langkah kompromi, termasuk menerapkan gaya parenting yang mungkin tidak umum, namun dianggap paling sesuai dengan kondisi mereka.
Denada mengungkapkan bahwa keputusan-keputusan tersebut diambil demi memastikan Aisha tetap mendapatkan perhatian, pengawasan, dan kasih sayang yang cukup, meski mereka terpisah jarak.
Penyanyi berusia 47 tahun ini juga secara terbuka mengakui dirinya adalah ibu yang posesif, terlebih Aisha kini telah berusia 13 tahun. Menurutnya, memiliki anak perempuan di usia remaja membutuhkan pengawasan lebih ketat, meski ia merasa sikap tersebut masih dalam batas wajar.
Menariknya, sikap protektif Denada justru diterima dengan baik oleh Aisha. Denada menyebut putrinya merasa senang diperhatikan secara detail, bahkan hubungan mereka terbilang saling posesif satu sama lain.
Meski memiliki kedekatan yang kuat, Denada tak menampik adanya perbedaan pendapat dengan Aisha. Salah satu topik yang kerap menjadi perbincangan serius adalah soal pemilihan sekolah. Ia berusaha menerapkan pola asuh yang demokratis dengan memberi ruang bagi Aisha untuk menyampaikan pendapat disertai alasan yang jelas.
Namun, Denada menegaskan bahwa ada hal-hal prinsip yang tidak bisa ditawar. Dalam kondisi tertentu, ia memilih bersikap tegas demi kebaikan sang anak.
Di sisi lain, Denada bersyukur Aisha saat ini berada di lingkungan yang positif. Ia mengaku rutin memantau perkembangan putrinya, termasuk berkomunikasi dengan guru-guru di sekolah, guna memastikan tumbuh kembang Aisha tetap berjalan ke arah yang baik. (Nul)












Tinggalkan Balasan