INDOPOLITIKA – Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus Khairun Nisa, wanita yang viral di media sosial setelah kedapatan menyamar sebagai pramugari Batik Air. Berdasarkan hasil penyelidikan, Nisa diketahui merupakan korban penipuan dengan modus perekrutan pramugari palsu.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengatakan bahwa Nisa sebelumnya tertipu hingga puluhan juta rupiah oleh pihak yang menjanjikan pekerjaan sebagai pramugari.
“Pada dasarnya, yang bersangkutan ini adalah korban. Dia ingin menjadi pramugari dan telah menyerahkan uang sekitar Rp30 juta. Namun, proses tersebut gagal dan orang yang menjanjikan pekerjaan itu sudah tidak bisa dihubungi,” ujar Yandri, Jumat (9/1/2026).
Yandri menjelaskan, peristiwa bermula saat Nisa yang berasal dari Palembang berangkat ke Jakarta dengan izin orang tuanya untuk mengikuti proses pendaftaran pramugari.
Di ibu kota, ia diperkenalkan kepada seseorang yang mengaku dapat membantunya lolos sebagai awak kabin dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.
“Korban mengikuti arahan orang tersebut dan memberikan uang, namun ternyata tidak berhasil. Setelah itu, pelaku penipuan menghilang,” jelasnya.
Karena merasa malu dan tidak ingin mengecewakan ibunya yang telah membantu dari awal, Nisa akhirnya mengaku kepada keluarga bahwa dirinya telah bekerja sebagai pramugari.
Pengakuan tersebut juga diperkuat melalui unggahan di media sosial agar terlihat seolah-olah ia benar-benar telah diterima bekerja.
“Dia tidak ingin mengecewakan keluarganya. Itu yang kemudian mendorongnya mengaku sudah bekerja sebagai pramugari,” kata Yandri.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya calon pramugari dan pramugara, agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Proses rekrutmen resmi maskapai, kata Yandri, tidak pernah memungut biaya.
Nama Khairun Nisa sebelumnya menjadi sorotan publik setelah aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air terbongkar dan viral. Ia diketahui mengenakan atribut lengkap pramugari, mulai dari kebaya putih, kain batik merah, rambut dicepol rapi, hingga tanda pengenal maskapai.
Bahkan, Nisa sempat lolos dalam penerbangan dari Palembang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1/2026).
Dalam sejumlah unggahan di media sosial, ia terlihat melewati jalur khusus awak kabin serta membawa koper dan tas layaknya pramugari yang akan bertugas.
Kecurigaan muncul saat awak kabin di pesawat melihat perbedaan corak batik seragam yang dikenakan Nisa dibanding pramugari resmi. Setelah pesawat mendarat, kru berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan pengamanan. (Nul)












Tinggalkan Balasan