INDOPOLITIKA – Empat warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi korban penculikan oleh bajak laut saat berada di kapal penangkap ikan di perairan Gabon, Afrika Tengah. Insiden ini terjadi di kapal berbendera Gabon, IB FISH 7, yang saat itu tengah beroperasi di laut.

Serangan terjadi saat kapal menangkap ikan sekitar 7 mil laut di tenggara Equata, wilayah perairan Gabon. Para pelaku bajak laut diduga melakukan aksi bersenjata dan langsung menguasai kapal.

Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, menyampaikan bahwa kapal diserang oleh tiga pria bersenjata.

Pernyataan tersebut disiarkan melalui televisi Gabon 24 dan dikutip dari ANTARA pada Kamis, 15 Januari 2026.

Dalam insiden ini, sembilan awak kapal diculik, terdiri atas lima warga negara China dan empat WNI. Sementara itu, enam awak lainnya, yang berasal dari Indonesia, China, dan Burkina Faso, berhasil tetap berada di atas kapal.

Setelah kejadian, kapal IB FISH 7 berhasil ditemukan dan diamankan oleh aparat keamanan Gabon, kemudian dikawal menuju pelabuhan ibu kota untuk tindakan pengamanan lebih lanjut.

“Situasi saat ini berada di bawah kendali penuh pemerintah. Seluruh langkah yang diperlukan telah diambil untuk menjamin keamanan maritim,” ujar Charles Hubert Bekale Meyong.

Pemerintah Gabon juga memastikan telah menindaklanjuti insiden tersebut, dengan kejaksaan setempat membuka penyelidikan terkait kasus penculikan awak kapal, termasuk para WNI.

Hingga saat ini, upaya pencarian dan penanganan terhadap para korban yang diculik masih terus berlangsung, sementara pihak berwenang bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk mengungkap pelaku dan memastikan keselamatan sandera.(Hny)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com